Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif Tugas Softskill Bahasa Indonesia ke-1
Nama : Siti Hindun
NPM : 17212056
Kelas : 3Ea28
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif merupakan suatu penalaran untuk mengambil kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang khusus atas dasar fakta yang bersifat umum. Penalaran ini deduksi, sedangkan kesimpulan dari deduktif dapat dibentuk dengan cara deduksi yang dimulai dari hal yang umum mengarah kepada hal yang khusus atau hal yang lebih sempit.
Dalam pengertian lain kata deduksi berasal dari kata Latin yaitu Deducere (de berarti “dari” dan kata decure berarti “mengahantar”) dapat disimpulkan bahwa kata deduksi berarti menghantar dari suatu hal ke suatu hal yang lain. Sebagai suatu istilah dari penalaran deduksi merupakan suatu proses berfikir yang bertolak dari sesuatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan.
Jenis – Jenis Penalaran Deduktif
1. Silogisme Kategorial : Merupakan suatu silogisme yang terjadi dari tiga proposisi, yaitu disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contohnya :
Premis mayor : Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop
Premis minor : iin adalah mahasiswa Gunadarma
Kesimpulan : iin mengikuti Kursus
Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop. Iin adalah mahasiswa Gunadarma. Jadi, Iin mengikuti kursus.
2. Silogisme Hipotesis : Merupakan suatu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis.
Contohnya :
Premis mayor : Jika hari ini cerah, saya akan memancing
Premis minor : Hari ini cerah
Kesimpulan : Maka, saya akan memancing
Jika hari ini cerah, saya akan memancing. Hari ini cerah. Maka, saya akan memancing.
3. Silogisme Alternatif : Merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Contohnya :
Premis mayor : Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam
Premis minor : Dini sarapan bubur ayam
Kesimpulan : Jadi, Dini tidak sarapan nasi goreng
Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam. Dini sarapan bubur ayam. Maka, Dini tidak sarapan nasi goreng.
4. Entimen : Merupakan silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Ciri-ciri dari entimen sendiri adalah penggunaan kata “karena”.
Contohnya :
Premis umum : Limbah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Premis khusus: Sampah adalah salah satu limbah.
Kesimpulan : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Entimen : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan

karena sampah adalah salah satu limbah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s