Surat

SURAT

nama : Siti Hindun

NPM : 17212056

Kelas : 3EA28

Standar

  1. PENGERTIAN SURAT

Surat merupakan alat komunikasi yang disampaikan secara tertulis, berisi bahan informasi berupa berita, laporan, pemberitahuan, perintah, pesanan, keputusan, undangan dan permohonan, yang lazimnya harus dikirimkan atau disampaikan kepada pihak lain. Ada juga yang mengatakan bahwa surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain.

 

  1. Jenis Surat

Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Sedangkan apabila digolongkan berdasarkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas.

 

  1. Surat pribadi

Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat pribadi yaitu:

  1. Tidak menggunakan kop surat
  2. Tidak ada nomor surat
  3. Salam pembuka dan penutup bervariasi
  4. Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
  5. Format surat bebas
  1. Surat Resmi

Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan surat pemberitahuan. Ciri-ciri surat resmi[18]:

  1. Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
  2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
  3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
  4. Penggunaan ragam bahasa resmi
  5. Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi
  6. Ada aturan format baku

Bagian-bagian surat resmi:

  • Kepala/kop surat

Kop surat terdiri dari:

  1. Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
  2. Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil
  3. Logo instansi/lembaga
  • Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
  • Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
  • Hal, berupa garis besar isi surat
  • Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
  • Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
  • Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
  • Isi surat

Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan.

  • Penutup surat

Penutup surat, berisi

  1. salam penutup
  2. jabatan
  3. tanda tangan
  4. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP)
  • Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan

 

 

 

  1. Surat Niaga

Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal. Salah satu contoh dari surat niaga adalan surat penawaran dan surat penagihan.

 

 

  1. Surat Dinas

Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi. Ciri-ciri surat dinas:

  1. Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
  2. Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
  3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
  4. Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
  5. Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
  6. Format surat tertentu

 

 

  1. Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat dan dikirimkan oleh seseorang yang ingin bekerja di sebuah kantor, perusahaan ataupun instansi tertentu. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat dinas atau resmi. Oleh karena itu, terdapat aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Secara umum surat memiliki bagian-bagian seperti berikut ini:

  • Tempat dan tanggal pembuatan surat
  • Nomor surat
  • Lampiran
  • Hal atau perihal
  • Alamat tujuan
  • Salam pembuka
  • Isi surat yang terbagi lagi menjadi tiga bagian pokok yaitu :
  1. paragraf pembuka
  2. isi surat
  3. paragraf penutup
  • Salam penutup
  • Tanda tangan dan nama terang

 

 

  1. Surat Elektronik

Dengan berkembangnya teknologi, surat pun semakin mengalami pembaharuan, misalnya dengan adanya surat elektronik. Surat elektronik atau surel merupakan surat yang pengirimannya berbasis pada penggunaan internet. Pada awalnya, perusahaan bernama Olt Break and Newman dikontrak oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat ARPANET pada 1969. ARPANET ini singkatan dari Advanced Research Projects Agency Network yang bertujuan untuk meciptakan metode komunikasi antara intitusi pendidikan dengan militer.

Pada tahun 1971, Ray Tolimson bertugas dalam proyek SNDMSG yang berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan dalam mesin yang sama. Ray awalnya bereksperimen dengan SNDMSG untuk meninggalkan pesan di komputer sehingga muncul lah protokol CYPNET yang mampu mengirimkan pesan ke komputer lain yang masih berada dalam jaringan ARPANET. Ini lah yang menjadi cikal bakal surat elektronik. Dalam Bahasa Indonesia Surat Elektronik sering disingkat dengan kata surel, yang dalam bahasa inggrisnya adalah email atau electric mail.

Untuk mengakses surel, kita bisa memilih salah satu cara. Pertama dengan menggunakan browser seperti Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Surel dengan basis browser biasanya menyediakan layanan tersebut secara gratis. Kedua dengan program pengakses surel seperti Microsoft Outlook. Keuntungannya kita tidak harus selalu membuka internet untuk membuka surel yang ada.

  1. BENTUK-BENTUK SURAT
  1. Full Block Style

TOKO MAJU TERUS

Jalan gajah mada

Telp. (021) 7288722

5 April 2012

Nomor : 015/JS/V/12

Lamp   : –

Hal      : Permintaan Penawaran Komputer

  1. Kencana Agung

Jalan Gunung Sahari No. 20

Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Kami kabarkan kepada Saudara bahwa perusahaan kami telah tersedia anggaran tahun 2011 untuk pembelian computer. Dari salah seorang relasi, kami memperoleh keterangan bahwa perusahaan Saudara bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan mesin kantor yang berkualitas baik.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami minta agar Saudara mengirimkan surat penawaran mengenai peralatan dan perlengkapan computer, disertai keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Syarat pembayaran
  2. Syarat penyerahan barang
  3. Potongan harga yang diberikan
  4. Jumlah barang yang tersedia
  5. Layanan purna jual

Di samping itu, kami minta dikirim leaflet, catalog, dan brosur barang tersebut.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Rollan Ferancia Komaji

Direktur

 

  1. Block Style

TOKO GEMILANG JAYA

Jalan Baru Raya No. 35 Jakarta Selatan

Telp. (021) 7277722

Nomor : 015/JS/V/12                                                                          5 April 2012

Lamp   : –

Hal      : Permintaan Penawaran Komputer

  1. Kencana Agung

Jalan Gunung Sahari No. 20

Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Kami kabarkan kepada Saudara bahwa perusahaan kami telah tersedia anggaran tahun 2011 untuk pembelian computer. Dari salah seorang relasi, kami memperoleh keterangan bahwa perusahaan Saudara bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan mesin kantor yang berkualitas baik.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami minta agar Saudara mengirimkan surat penawaran mengenai peralatan dan perlengkapan computer, disertai keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Syarat pembayaran
  2. Syarat penyerahan barang
  3. Potongan harga yang diberikan
  4. Jumlah barang yang tersedia
  5. Layanan purna jual

Di samping itu, kami minta dikirim leaflet, catalog, dan brosur barang tersebut.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Rollan Ferancia Komaji

Direktur

 

  1. Semi Block Style

TOKO GEMILANG JAYA

Jalan Baru Raya No. 35 Jakarta Selatan

Telp. (021) 7277722

Nomor : 015/JS/V/12                                                                          5 April 2012

Lamp   : –

Hal      : Permintaan Penawaran Komputer

  1. Kencana Agung

Jalan Gunung Sahari No. 20

Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Kami kabarkan kepada Saudara bahwa perusahaan kami telah tersedia anggaran tahun 2011 untuk pembelian computer. Dari salah seorang relasi, kami memperoleh keterangan bahwa perusahaan Saudara bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan mesin kantor yang berkualitas baik.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami minta agar Saudara mengirimkan surat penawaran mengenai peralatan dan perlengkapan computer, disertai keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Syarat pembayaran
  2. Syarat penyerahan barang
  3. Potongan harga yang diberikan
  4. Jumlah barang yang tersedia
  5. Layanan purna jual

Di samping itu, kami minta dikirim leaflet, catalog, dan brosur barang tersebut.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Rollan Ferancia Komaji

Direktur

 

  1. Indented Style

TOKO GEMILANG JAYA

Jalan Baru Raya No. 35 Jakarta Selatan

Telp. (021) 7277722

Nomor : 015/JS/V/12                                                                          5 April 2012

Lamp   : –

Hal      : Permintaan Penawaran Komputer

  1. Kencana Agung

Jalan Gunung Sahari No. 20

Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Kami kabarkan kepada Saudara bahwa perusahaan kami telah tersedia anggaran tahun 2011 untuk pembelian computer. Dari salah seorang relasi, kami memperoleh keterangan bahwa perusahaan Saudara bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan mesin kantor yang berkualitas baik.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami minta agar Saudara mengirimkan surat penawaran mengenai peralatan dan perlengkapan computer, disertai keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Syarat pembayaran
  2. Syarat penyerahan barang
  3. Potongan harga yang diberikan
  4. Jumlah barang yang tersedia
  5. Layanan purna jual

Di samping itu, kami minta dikirim leaflet, catalog, dan brosur barang tersebut.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Rollan Ferancia Komaji

Direktur

 

  1. Hanging Paragraph Style

TOKO GEMILANG JAYA

Jalan Baru Raya No. 35 Jakarta Selatan

Telp. (021) 7277722

Nomor : 015/JS/V/12                                                                          5 April 2012

Lamp   : –

Hal      : Permintaan Penawaran Komputer

  1. Kencana Agung

Jalan Gunung Sahari No. 20

Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Kami kabarkan kepada Saudara bahwa perusahaan kami telah tersedia anggaran tahun 2011 untuk pembelian computer. Dari salah seorang relasi, kami memperoleh keterangan bahwa perusahaan Saudara bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan mesin kantor yang berkualitas baik.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami minta agar Saudara mengirimkan surat penawaran mengenai peralatan dan perlengkapan computer, disertai keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Syarat penyerahan barang
  2. Syarat pembayaran
  3. Potongan harga yang diberikan
  4. Jumlah barang yang tersedia
  5. Layanan purna jual

Di samping itu, kami minta dikirim leaflet, catalog, dan brosur barang tersebut.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Rollan Ferancia Komaji

Direktur

 

  1. Official Style
  2. Bentuk Surat Resmi Indonesia Lama

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI

Jalan Prapanca Raya No. 9 Lantai 11 Kebayoran Baru

Tlp. (021) 7256847-Fax. (021) 7256847

Jakarta 12170

Nomor : 1109/III/12                                                                03 April 2012

Lamp   : –

Perihal : Instruksi Penanaman                                                 Kepada

Pohon di Lingkungan Sekolah                                  Yth. Kepala SMA dan SMK

Negeri/Swasta Kota Administrasi

Wilayah Jakarta Selatan

Menindaklanjuti surat Dirjen Dikdasmen No: 5073/C/LK/2012 tanggal 28 Maret 2012 tentang Pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, Kasudin Dikmenti Kota Administrasi Jakarta Selatan menginstruksikan kepada semua Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta sebagai berikut:

  1. Pada hari Jumat, tanggal 6 April 2012 pukul 09.00 WIB, semua sekolah melaksanakan penanaman pohon (produktif, pelindung, hias) di lingkungan sekolah.
  2. Bagi sekolah yang tidak punya lahan untuk penanaman pohon bisa menggunakan pot.
  3. Melaksanakan kegiatan kebersihan sekolah untuk memberantas sarang nyamuk (PSN) ±30 menit.

Demikian instruksi ini dibuat agar dilaksanakan sebaik-sebaiknya. Atas bantuan dan kerjasama diucapkan terima kasih.

Kepala,

Drs. H. Nouval Arief

NIP. 130383625

Tembusan:

  1. Walikota Administrasi Jakarta Selatan
  2. Kasudis SMA dan SMK Dinas dan Dikmenti Propinsi DKI Jakarta
  1. Bentuk Surat Resmi Indonesia Baru

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI

Jalan Prapanca Raya No. 9 Lantai 11 Kebayoran Baru

Tlp. (021) 7256847-Fax. (021) 7256847

Jakarta 12170

Nomor : 1109/III/12                                                                03 April 2012

Lamp   : –

Perihal : Instruksi Penanaman

Pohon di Lingkungan Sekolah

Kepada

Yth. Kepala SMA dan SMK

Negeri/Swasta Kota Administrasi

Wilayah Jakarta Selatan

Menindaklanjuti surat Dirjen Dikdasmen No: 5073/C/LK/2012 tanggal 28 Maret 2012 tentang Pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, Kasudin Dikmenti Kota Administrasi Jakarta Selatan menginstruksikan kepada semua Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta sebagai berikut:

  1. Pada hari Jumat, tanggal 6 April 2012 pukul 09.00 WIB, semua sekolah melaksanakan penanaman pohon (produktif, pelindung, hias) di lingkungan sekolah.
  2. Bagi sekolah yang tidak punya lahan untuk penanaman pohon bisa menggunakan pot.
  3. Melaksanakan kegiatan kebersihan sekolah untuk memberantas sarang nyamuk (PSN) ±30 menit.

Demikian instruksi ini dibuat agar dilaksanakan sebaik-sebaiknya. Atas bantuan dan kerjasama diucapkan terima kasih.

Kepala,

Drs. H. Nouval Arief

NIP. 130383625

Tembusan:

  1. Walikota Administrasi Jakarta Selatan
  2. Kasudis SMA dan SMK Dinas dan

Dikmenti Propinsi DKI Jakarta

  1. Bentuk Surat Resmi Indonesia Menurut Depdiknas

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI

Jalan Prapanca Raya No. 9 Lantai 11 Kebayoran Baru

Tlp. (021) 7256847-Fax. (021) 7256847

Jakarta 12170

Nomor : 1109/III/12                                                                03 April 2012

Lamp   : –

Perihal : Instruksi Penanaman

Pohon di Lingkungan Sekolah

Kepada

Yth. Kepala SMA dan SMK

Negeri/Swasta Kota Administrasi

Wilayah Jakarta Selatan

Menindaklanjuti surat Dirjen Dikdasmen No: 5073/C/LK/2012 tanggal 28 Maret 2012 tentang Pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, Kasudin Dikmenti Kota Administrasi Jakarta Selatan menginstruksikan kepada semua Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta sebagai berikut:

  1. Pada hari Jumat, tanggal 6 April 2012 pukul 09.00 WIB, semua sekolah melaksanakan penanaman pohon (produktif, pelindung, hias) di lingkungan sekolah.
  2. Bagi sekolah yang tidak punya lahan untuk penanaman pohon bisa menggunakan pot.
  3. Melaksanakan kegiatan kebersihan sekolah untuk memberantas sarang nyamuk (PSN) ±30 menit.

Demikian instruksi ini dibuat agar dilaksanakan sebaik-sebaiknya. Atas bantuan dan kerjasama diucapkan terima kasih.

Kepala,

Drs. H. Nouval Arief

NIP. 130383625

Tembusan:

  1. Walikota Administrasi Jakarta Selatan
  2. Kasudis SMA dan SMK Dinas dan

Dikmenti Propinsi DKI Jakarta

  1. BAGIAN-BAGIAN SURAT

Bagian-bagian surat adalah kelompok-kelompok pada sebuah surat, sehingga susunan surat menjadi jelas, baik, menarik dan sesuai dengan peraturan surat menyurat yang resmi. Penempatan atau letak bagian-bagian surat tergantung pada masing-masing bentuk surat yang dipakai. Masing-masing bagian surat mempunyai kegunaan-kegunaan tertentu diantaranya:

  1. Untuk mengetahui dari perusahaan atau instansi mana surat tersebut dikirimkan.
  2. Untuk mengetahui kota, tanggal dan tahun surat dikeluarkan.
  3. Untuk mengetahui tentang atau perihal apa surat itu dikirimkan.
  4. Untuk mengetahui maksud dan tujuan serta keinginan dan pengirim.
  5. Untuk mengetahui siapa nama dan jabatan penanggung jawab surat  tersebut.
  6. Untuk mengetahui, mungkin ada dokumen-dokumen yang dilampirkan yang terkait dengan isi surat.

Sebuah surat terdiri dari bagian-bagian surat yang disusun menurut bentuk atau format tertentu yang telah disepakati. Apabila disebut secara utuh atau menyeluruh, bagian-bagian surat itu terdiri dari:

  • Kepala surat
  • Tanggal surat
  • Nomor surat
  • Lampiran surat
  • Hal atau perihal surat
  • Alamat dalam
  • Salam pembuka
  • Isi surat
  • Salam penutup
  • Nama jabatan
  • Nama terang dan NIP
  • Tembusan
  • Inisial

Dalam bab ini akan dibahas satu persatu mengenai beberapa cara penulisan bagian-bagian surat tersebut menurut kaidah korespondensi, atau berdasarkan bentuk dan kelaziman yang diterapkan pada lembaga yang bersangkutan.

1)      Kepala Surat.

Setiap surat resmi baik niaga maupun pemerintah pasti mempunyai kepala surat atau kop surat. Kepala surat berfungsi sebagai identitas dari mana surat itu dibuat, siapa yang mengirim surat, dan bisa juga digunakan sebagai alat promosi khususnya untuk surat niaga.

Penulisan kepala surat memang bebas menurut selera dari masing-masing lembaga, akan tetapi untuk surat resmi pemerintah ada aturan baku yang telah digariskan oleh lembaga yang bersangkutan. Aturan baku tersebut antara lain:

  • Dalam kepala surat harus tercantum: nama lembaga, alamat lembaga, nama kota dimana lembaga itu berada.
  • Dapat dicantumkan juga logo atau lambang lembaga, nomor telepon, faxcimile, dsb.
  • Tidak boleh dibuat terlalu besar agar tidak mengganggu keindahan surat.
  • Penulisan organisasi induk tidak boleh lebih besar dari nama organisasi yang membuat surat.

2)      Tanggal Surat

Ada dua cara penulisan tanggal surat, yaitu:

  • Jika penulisan tanggal surat menggunakan kertas surat yang sudah berkop maka tidak usah menuliskan nama kota.
  • Jika penulisan tanggal surat menggunakan kertas tanpa kop surat, maka nama kota dapat dituliskan.

3)      Nomor Surat

Penulisan nomor surat ditulis lengkap tidak boleh disingkat No. Sebutan kata yang digunakan Nomor bukan Nomer. Nomor ini ditulis sejak nomor satu sampai surat yang dikeluarkan pada hari ini. Hal tersebut akan mempermudah pencarian surat.

4)      Lampiran

Penulisan kata lampiran ditulis utuh tidak disingkat dengan kata Lamp. Lampiran adalah berkas yang disertakan bersama surat yang dikirimkan. Jika menerima surat disebutkan lampiran beserta jumlahnya, maka harus dicek kebenarannya.

5)      Hal atau Perihal

Hal atau perihal adalah bagian yang menunjukkan pokok isi surat. Isi dari hal ini singkat saja, jika agak panjang bisa dijadikan dua atau tiga baris agar tidak mengganggu format.

6)      Alamat Dalam

Penulisan alamat dalam dapat ditulis sbb:

  1. a)    Penulisan kata Yth. mengikuti orang yang dikirimi surat.
  2. b)   Yang diberikan kata Yth. adalah orangnya bukan lembaganya.

7)      Salam Pembuka

Salam pembuka ditunjukkan untuk menunjukkan sikap hormat kepada penerima surat. Contoh salam pembuka:

  1. Dengan hormat,
  2. Assalamu’alaikum wr. wb,

8)      Isi Surat

  • Alinea pembuka

Jika kita menulis surat, maka jangan langsung berbicara mengenai pokok suratnya akan tetapi didahului dengan pembukaan yang penemptannya pada alinea pembuka. Contoh alinea pembuka antara lain:

  1. Dengan ini kami beritahukan bahwa ………….
  2. Kami beritahukan bahwa ………………………….
  3. Berkenaan dengan surat Saudara tanggal …… Nomor …….
  • Isi surat

Isi surat merupakan inti dari surat. Isi surat harus ditulis secara singkat, jelas, dan sopan.

  • Alinea penutup

Alenia penutup digunakan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada penerima surat.

Contoh:

  1. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.
  2. Atas bantuan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

9)      Salam Penutup

Salam penutup tidak begitu penting. Tetapi dalam surat niaga atau surat pribadi sering digunakan seperti:

  1. Hormat kami,
  2. Wa’alaikum salam.

10)  Nama Jabatan

Nama jabatan perlu dicantumkan untuk mengetahui siapa pejabat yang bertanggung jawab terhadap surat tersebut.

Contoh: Direktur dan Kepala

11)  Nama Terang dan NIP

Nama terang penanda tangan surat penting untuk dicantumkan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap isi surat tersebut dan dengan siapa kelak berhubungan jika dikemudian hari membutuhkan tindak lanjut. Jika pejabat tersebut PNS maka perlu juga mencantumkan NIP.

12)  Tembusan

Tembusan adalah surat yang dibuat dengan tindasan kabon ditujukan kepada pihak-pihak yang ada hubungannya dengan isi surat terutama yang menyangkut urusan pembiayaan sebagai akibat dikeluarkannya surat tersebut.

13)  Inisial

Inisial lazim dcantumkan pada surat niaga sedangkan pada surat dinas pemerintah biasanya hanya dicantumkan paraf dari orang yang mengonsep atau membuat surat saja. Apabila pembuat surat tidak mengetik sendiri suratnya, maka perlu mencantumkan singkatan pengetiknya. Contoh: FMI/PP atau fmi/pp.

  1. CONTOH SURAT
  1. Contoh surat pribadi:

ttdSahabatku Dina

Jakarta, 4 Agustus 2008

Jalan Merpati 3

Bandung

Assalamualaikum Wr.Wb.

Halo,apa kabar,baik baik saja kan? Aku dan keluargaku dalam keadaan sehat walafiat. Mudah mudahan kabarmu juga seperti itu.

Apa di Bandung hujan terus sepanjang hari? Di Jakarta hampir setiap hari hujan lo.

Din, bulan depan kan udah mulai libur sekolah, apa kamu punya rencana liburan ke luar kota? Kalau tidak aku ingin berkunjung ke

rumahmu. Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Bandung dan berlibur bersamamu

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Sahabatmu,

Melati Wijayanti–>

  1. Contoh surat resmi:

SMAN 8 Bandung

Jalan Solontongan No.3 Bandung

Telp. 022-7304542 – Fax. 022-7304542
Nomor   : 04/SMAN8/10/2011                                               Bandung, 22 Oktober 2011

Lampiran: 1 (satu)

Hal     : Undangan

Yth. Orang tua siswa-siswi kelas XII
di tempat

Dengan hormat,
Untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang pertanian dan pelajaran IPA, kami bermaksud

mengadakan kegiatan wisata ilmiah. Kegiatan tersebut merupakan kunjungan ke laboratorium UPI.

Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:

Tanggal         : Sabtu, 5 November 2011

Pukul           : 08.00 s.d. 16.30

Tempat         : Laboratorium UPI

Jalan Setiabudi, Bandung

Dengan undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian bapak ibu, kami ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Kepala Sekolah

Ttd.

Dra. Hj. Erna Ratnasih–>

 

  1. SUMBER

Hisyam, Djihad.2008.Korespondensi Bahasa Indonesia Dalam Teori dan Praktik.Yogyakarta.UNYpress.

Aiyangar, Sakkottai Krishnaswami; SLC. Krishnaswami A. (2004). Ancient India: Collected Essays on the Literary and Political History of Southern India. Asian Educational Services. ISBN 0-8018-8359-8.

Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. (1980). Sejarah Pos dan Telekomunikasi Indonesia, Volume 1-3. Jakarta: Departemen Perhubungan

Dorn, Harold; MacClellan, James E. (2006). Science and Technology in World History: An Introduction. Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-8359-8.

Mazumdar, Mohini Lal (1990). The Imperial Post Offices of British India. Calcutta: Phila Publications. ISBN 1006695381

Prasad, Prakash Chandra (2003). Foreign Trade and Commerce in Ancient India. Abhinav Publications. ISBN 81-7017-053-2

Oxford: Learner’s Pocket Dictionary. (2007). Oxford: Oxford University Press

https://id.wikipedia.org/wiki/Surat

http://sihapsoh.blogspot.com/p/bent

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PROPOSAL

Nama : Siti Hindun
NPM : 17212056
Kelas : 3EA28

Pengertian Proposal
I. Definisi Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering
digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.

Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
1. nama proposal
2. pendahuluan
3. tujuan
4. bentuk/jenis kegiatan
5. pelaksanaan
6. panitia pelaksana (terlampir)
7. biaya/dana (rincian terlampir)
8. harapan
9. lampiran

Manfaat Proposal :
 Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
 Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan
tersebut.
 Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

II. Ciri-Ciri Proposal :
 Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
 Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
 Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
 Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.
 dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal :
 Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
 Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia
 Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
 Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
 Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
 Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.

Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Tujuan membuat proposal
Dapat diartikan proposal merupakan suatu penjabaran peneltian, tujuan dari pembuatan proposal biasanya untuk mejabarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dikatakan juga proposal merupakan suatu dokumentasi hasil penelitian.

Jenis – Jenis Proposal
Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.
3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
III. Sistematika pembuatan proposal antara lain :
1. Pendahuluan
 Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
 Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
 Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
 Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
 Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.
3. Tujuan
 Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
 Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.
Contoh :
 Memperoleh kader-kader KMHDI.
 Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI.
4. Tema
 Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
5. Jenis Kegiatan
 Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
 Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
 Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
 Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata-rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
 Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
 Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
 Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10. Susunan Panitia
 Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
 Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
 Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
 Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
 Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
 Terakhir, diikuti dengan lampiran

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TULISAN SOFTSKILL 2

NAMA : SITI HINDUN

NPM : 17212056

Pada tugas softskill kali ini saya akan menjelaskan biografi seorang tokoh, tokoh yang akan saya bahas kali ini adalah, Angelina Jolie, ya dia adalah salah satu tokoh yang saya kagumi, banyak sekali hal yang saya kagumi dari dia, antara lain, kecantikannya, talentanya, kesuksesannya, kehidupan sosialnya, dan kepeduliannya terhadap dunia. Menurut saya beliau pantas untuk dijadikan inspirasi semua orang terutama para wanita diseluruh dunia . berikut ulasan mengenai beliau :
PROFIL 

Nama Lahir          :  Angelina Jolie Voight
Tempat Lahir       :  Los Angeles, California, AS
Tanggal Lahir       :  4 Juni 1975
Zodiak                  :  Gemini
Kewarganegaraan  :  Amerika Serikat
Pasangan               :  Brad Pitt
Ayah                      :  Jon Voight
Ibu                         :  Marcheline Bertrand
Pekerjaan                  :  Aktris, Model, Sutradara, Direktur.

Lahir di Los Angeles, California, Jolie adalah putri dari aktor Jon Voight dan Marcheline Bertrand. Dia adalah adik dari aktor James Haven, keponakan dari penyanyi-penulis lagu Chip Taylor, dan anak baptis dari aktor Jacqueline Bisset dan Maximilian Schell. Di sisi ayahnya, Jolie adalah keturunan Jerman dan Slovakia, dan di sisi ibunya, dia dari Kanada terutama Perancis, Belanda, dan keturunan Jerman. Seperti ibunya, Jolie telah menyatakan bahwa ia merupakan bagian Iroquois, hanya dikenal nenek moyang asli nya adalah seorang wanita Huron lahir pada tahun 1649.

Setelah orangtuanya bercerai pada tahun 1976, Jolie dan saudara laki-lakinya tinggal bersama ibu mereka, yang meninggalkan ambisi aktingnya untuk fokus pada membesarkan anak-anaknya. Sebagai seorang anak, Jolie secara teratur melihat film dengan ibunya dan kemudian menjelaskan bahwa hal ini telah memberikan inspirasi pada minatnya dalam akting, ia tidak dipengaruhi oleh ayahnya. Ketika dia berusia enam tahun, ibunya dan ayah tirinya, pembuat film Bill Day, keluarga pindah ke Palisades, New York, mereka kembali ke Los Angeles lima tahun kemudian. Dia kemudian memutuskan dia ingin bertindak dan terdaftar di Institut Teater Lee Strasberg, di mana ia dilatih selama dua tahun dan muncul dalam beberapa tahap produksi film.

Saat berusia 14 tahun, Angelina sempat berniat untuk menjadi pimpinan pengurus pemakaman. Dalam masa-masa tersebut, Angelina kerap mengenakan pakaian serba hitam dan mewarnai rambutnya dengan warna ungu. Dia bahkan sempat tinggal bersama kekasihnya. Dua tahun kemudian, setelah hubungan itu berakhir, Angelina memutuskan untuk kembali mempelajari bidang akting.

Ketika masih muda, Angelina kerap dijahili teman-temannya. Bahkan penampilannya pun cenderung seperti remaja kutubuku yang kerap mengenakan kacamata dan kawat gigi. Kondisi menjadi semakin sulit ketika Angelina tak berhasil di bidang akting. Diungkapkan Angelina, dia pernah mengoleksi pisau dan melukai tubuhnya demi menghilangkan stres.

Berlawanan dengan hubungannya dengan sang ibu, Angelina bahkan kerap berseteru dengan ayahnya. Mereka kemudian mencoba berdamai dan kembali dekat saat Jon tampil di film yang membuat namanya melejit, “Lara Croft: Tomb Raider” (2001). Namun, hubungan ayah dan anak itu tak kunjung membaik.

Setahun kemudian, Angelina mengajukan permohonan untuk menghilangkan nama belakang Voight dan menyandang nama Angelina Jolie. Pengadilan mengabulkan permohonan Angelina pada 12 September 2002. Pada tahun yang sama, Jon mengungkapkan pada media kalau putrinya itu memiliki masalah mental yang sangat serius. Karena pernyataan Jon tersebut, Angelina akhirnya memutuskan untuk berhenti berkomunikasi dengan ayahnya. Perang dingin antaa Angelina dan Jon sedikit mereda saat Jon menemui Angelina di lokasi syuting film “The Tourist”, Venice, Italia.

Terkait karirnya sebagai aktris, nama Angelina mulai dikenal ketika dia berhasil meraih penghargaan Golden Globe kategori Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television lewat mini seri “George Wallace” (1997). Kepiawaiannya berakting semakin diakui saat dia meraih penghargaan Oscar kategori Best Supporting Actress lewat film “Girl, Interuppted” (1999). Adapun beberapa film yang pernah dibintanginya yakni “Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life”, “Sky Captain and the World of Tomorrow”, “Mr and Mrs Smith, “Wanted”, “Changeling” dan “Salt”.

Di kehidupan pribadi, Angelina pernah menikah dua kali yakni dengan Jonny Lee Miller (28 Maret 1996 – 3 Februari 1999) dan Billy Bob Thornton (5 Mei 2000 – 27 Mei 2003). Kini dia telah menjalin kasih dengan mantan suami Jennifer Aniston, Brad Pitt. Mereka telah menjalin kasih sejak tahun 2005. Dari hubungan asmaranya dengan Brad tersebut, Angelina memiliki tiga orang anak kandung (Knox, Shiloh dan Vivienne) dan tiga orang anak angkat (Maddox, Pax dan Zahara).

Beberapa hari setelah melangsungkan seremoni pernikahannya belum lama ini, aktris Angelina Jolielangsung menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Alih-alih menghabiskan liburan dengan berbulan madu, Angelina memilih kembali melanjutkan proyek film terbarunya yang dibintangi dirinya sendiri dan sang suami, Brad Pitt.

Beruntung, pengambilan gambar film bertajuk “By The Sea” itu berlokasi di kepulauan wisata Malta sehingga pengantin baru itu bisa sambil berlibur bersama enam buah hatinya.

Begitulah Angelina Jolie. Tiada kata lelah untuk bekerja dalam kamus aktris kelahiran Los Angeles, 4 Juni 1975, itu.

Dalam wawancara terbarunya dengan majalah Marie Claire Prancis, Angie, begitu ia akrab disapa, mengaku cukup kewalahan mencari waktu senggang untuk sekedar merilekskan diri.

“Saya kesusahan mencari waktu istirahat. Kalaupun ada, saya gunakan untuk membaca, menulis, dan negosiasi film. Kantor saya ada di mana-mana,” ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com dari People.com.

Maklum saja, di sela kesibukannya sebagai aktris, bintang “Lara Croft” ini juga aktif dalam kegiatan sosial. Sebagai duta kemanusiaan PBB untuk masalah pengungsi, Angie disibukkan dengan berbagai jadwal kunjungan ke daerah-daerah konflik.

Ini pula yang menjadi alasan Angie memilih berdomisili di Château Miraval, sebuah pedesaan di selatan Prancis, ketimbang Los Angeles dan Hollywood, pusat industri film dunia.

Filmografi

Aktris

Judul Tahun Peran Keterangan
Lookin’ to Get Out 1982 Tosh Dikreditkan sebagai Angelina Jolie Voight
Cyborg 2 1993 Casella “Cash” Reese Perilisan langsung ke video rumahan
Without Evidence 1995 Jodie Swearingen
Hackers 1995 Kate “Acid Burn” Libby
Love Is All There Is 1996 Gina Malacici
Mojave Moon 1996 Eleanor “Elie” Rigby
Foxfire 1996 Margret “Legs” Sadovsky
True Women 1997 Georgia Virginia Lawshe Woods Diproduksi untuk tayangan televisi
George Wallace 1997 Cornelia Wallace Diproduksi untuk tayangan televisi
Playing God 1997 Claire
Gia 1998 Gia Carangi Diproduksi untuk tayangan televisi kabel
Hell’s Kitchen 1998 Gloria McNeary
Playing by Heart 1998 Joan
Pushing Tin 1999 Mary Bell
The Bone Collector 1999 Amelia Donaghy
Girl, Interrupted 1999 Lisa Rowe
Gone in 60 Seconds 2000 Sara “Sway” Wayland
Lara Croft: Tomb Raider 2001 Lara Croft
Original Sin 2001 Julia Russell/Bonny Castle
Life or Something Like It 2002 Lanie Kerrigan
Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life 2003 Lara Croft
Beyond Borders 2003 Sarah Jordan
Taking Lives 2004 Illeana Scott
Shark Tale 2004 Lola Suara
Sky Captain and the World of Tomorrow 2004 Francesca “Franky” Cook
Alexander 2004 Olympias
Mr. & Mrs. Smith 2005 Jane Smith
The Good Shepherd 2006 Margaret “Clover” Russell
A Mighty Heart 2007 Mariane Pearl
Beowulf 2007 Grendel’s mother
Kung Fu Panda 2008 Master Tigress Suara
Wanted 2008 Fox
Changeling 2008 Christine Collins
Salt 2010 Evelyn Salt
The Tourist 2010 Elise Clifton-Ward
Kung Fu Panda 2 2011 Master Tigress Suara
Maleficent 2014 Maleficent
Kung Fu Panda 3 2015 Master Tigress Suara

Sutradara

Judul Tahun Keterangan
A Place in Time 2007 Dokumenter
In the Land of Blood and Honey 2011 Juga sebagai penulis dan produser
Unbroken 2014 Pascaproduksi

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Angelina_Jolie
http://www.wowkeren.com/seleb/angelina_jolie/bio.html#sthash.U7IBPmDg.dpuf
http://www.tribunnews.com/seleb/2014/10/07/angelina-jolie-jarang-punya-waktu-rileks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TUGAS SOFTSKILL KE 2 BAHASA INDONESIA

Tugas 2 : Softskill Metode Ilmiah

  1. Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

  1. Kegunaan Mempelajari Metode Ilmiah

Metode penulisan ilmiah tentu harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang ada dalam pengertian metode ilmiah tersebut. Penelitian ini berdasarkan bukti fisik dan fenomena yang ada berdasarkan kaidah keilmuan. Tujuan mempelajari metode penulisan ilmiah secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
  2. Untuk meningkatkan pemahaman penulisan dangan mekanisme yang telah ditentukan.
  3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan -pertimbangan logis.
  4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
  5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
  1. Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

 

Sumber :

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif Tugas Softskill Bahasa Indonesia ke-1
Nama : Siti Hindun
NPM : 17212056
Kelas : 3Ea28
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif merupakan suatu penalaran untuk mengambil kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang khusus atas dasar fakta yang bersifat umum. Penalaran ini deduksi, sedangkan kesimpulan dari deduktif dapat dibentuk dengan cara deduksi yang dimulai dari hal yang umum mengarah kepada hal yang khusus atau hal yang lebih sempit.
Dalam pengertian lain kata deduksi berasal dari kata Latin yaitu Deducere (de berarti “dari” dan kata decure berarti “mengahantar”) dapat disimpulkan bahwa kata deduksi berarti menghantar dari suatu hal ke suatu hal yang lain. Sebagai suatu istilah dari penalaran deduksi merupakan suatu proses berfikir yang bertolak dari sesuatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan.
Jenis – Jenis Penalaran Deduktif
1. Silogisme Kategorial : Merupakan suatu silogisme yang terjadi dari tiga proposisi, yaitu disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contohnya :
Premis mayor : Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop
Premis minor : iin adalah mahasiswa Gunadarma
Kesimpulan : iin mengikuti Kursus
Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop. Iin adalah mahasiswa Gunadarma. Jadi, Iin mengikuti kursus.
2. Silogisme Hipotesis : Merupakan suatu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis.
Contohnya :
Premis mayor : Jika hari ini cerah, saya akan memancing
Premis minor : Hari ini cerah
Kesimpulan : Maka, saya akan memancing
Jika hari ini cerah, saya akan memancing. Hari ini cerah. Maka, saya akan memancing.
3. Silogisme Alternatif : Merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Contohnya :
Premis mayor : Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam
Premis minor : Dini sarapan bubur ayam
Kesimpulan : Jadi, Dini tidak sarapan nasi goreng
Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam. Dini sarapan bubur ayam. Maka, Dini tidak sarapan nasi goreng.
4. Entimen : Merupakan silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Ciri-ciri dari entimen sendiri adalah penggunaan kata “karena”.
Contohnya :
Premis umum : Limbah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Premis khusus: Sampah adalah salah satu limbah.
Kesimpulan : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Entimen : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan

karena sampah adalah salah satu limbah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran Deduktif Tugas Softskill Bahasa Indonesia ke-1
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif merupakan suatu penalaran untuk mengambil kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang khusus atas dasar fakta yang bersifat umum. Penalaran ini deduksi, sedangkan kesimpulan dari deduktif dapat dibentuk dengan cara deduksi yang dimulai dari hal yang umum mengarah kepada hal yang khusus atau hal yang lebih sempit.
Dalam pengertian lain kata deduksi berasal dari kata Latin yaitu Deducere (de berarti “dari” dan kata decure berarti “mengahantar”) dapat disimpulkan bahwa kata deduksi berarti menghantar dari suatu hal ke suatu hal yang lain. Sebagai suatu istilah dari penalaran deduksi merupakan suatu proses berfikir yang bertolak dari sesuatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan.
Jenis – Jenis Penalaran Deduktif
1. Silogisme Kategorial : Merupakan suatu silogisme yang terjadi dari tiga proposisi, yaitu disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contohnya :
Premis mayor : Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop
Premis minor : Dini adalah mahasiswa Gunadarma
Kesimpulan : Dini mengikuti workshop
Semua mahasiswa Gunadarma mengikuti workshop. Dini adalah mahasiswa Gunadarma. Jadi, Dini mengikuti workshop.
2. Silogisme Hipotesis : Merupakan suatu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis.
Contohnya :
Premis mayor : Jika hari ini cerah, saya akan memancing
Premis minor : Hari ini cerah
Kesimpulan : Maka, saya akan memancing
Jika hari ini cerah, saya akan memancing. Hari ini cerah. Maka, saya akan memancing.
3. Silogisme Alternatif : Merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Contohnya :
Premis mayor : Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam
Premis minor : Dini sarapan bubur ayam
Kesimpulan : Jadi, Dini tidak sarapan nasi goreng
Dini sarapan nasi goreng atau bubur ayam. Dini sarapan bubur ayam. Maka, Dini tidak sarapan nasi goreng.
4. Entimen : Merupakan silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Ciri-ciri dari entimen sendiri adalah penggunaan kata “karena”.
Contohnya :
Premis umum : Limbah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Premis khusus: Sampah adalah salah satu limbah.
Kesimpulan : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan.
Entimen : Sampah adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan

karena sampah adalah salah satu limbah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

memajukan Koperasi Indonesia

memajukan Koperasi Indonesia

Nama : Siti Hindun
NPM : 17212056
Jurusan : Manajemen

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014

Kata Pengantar

Puji Syukur Penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya serta orang tua yang selalu mendoakan sehingga saya dapat menyelesaikan Tulisan ini dengan baik.
Tulisan ini di buat untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen ekonomi koperasi yaitu yang terhormat bapak Nurhadi.
Pada kesempatan yang baik ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan sehingga tulisan ini bisa terwujud.
Penulis sadar bahwa tulisan ini jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran serta komentar yang bersifat membangun dan menuju kesempurnaan.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membaca.

Bekasi, Januari 2014
Penulis

(Rachmat Sunarya)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………………………… 1
1.2. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………… 1
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Kerangka Teori …………………………………………………………………….. 4
2.1.1 Pengertian Koperasi …………………………………………….. 4
2.1.2 Ide Untuk Memajukan Koperasi ……………………… 4
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Pembahasan …………………………………………………………… 5
3.1.1 Ide Untuk Memajukan Koperasi ……………….. 5
3.1.2 Koperasi Menjadi Lebih Baik ……………….. 8
3.1.3 Membandingkan Koperasi Di Indonesia Dan
Beberapa Negara ……………….. 11
3.1.4 Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Kemajuan
Koperasi Di Indonesia ……………….. 18
3.1.5 Solusi Agar Koperasi Maju ……………….. 19

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ………………………………………………………….. 23

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. 24
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Dengan melihat hal itu kita dapat mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia mengalami kemajuan.
Walaupun begitu, perkembangan koperasi di Indonesia masih mengalami pasang surut di dalam sejarahnya. Dalam perjalanannya, perkembangan koperasi Indonesia ini memiliki ruang lingkup usaha yang berbeda-beda dari waktu ke waktu tergantung pada kondisi lingkungan bangsa Indonesia. Perkembangan koperasi Indonesia terjadi sesuai perubahan zaman dan kebutuhan.
Dahulu koperasi hanya menekankan pada kegiatan simpan pinjam. Keadaaan koperasi simpan-pinjam di Indonesia cukup sulit. Meski banyak koperasi dalam posisi kuat dan menguntungkan, namun lebih banyak lagi yang berada dalam kondisi lemah dan sangat tergantung dana dari pemerintah. Untuk menuju keadaan yang lebih baik mungkin diperlukan pengawasan yang lebih ketat serta membentuk asuransi deposan. Kemudian setelah koperasi simpan pinjam, koperasi berkembang menjadi koperasi serba usaha yang juga menyediakan barang-barang konsumsi. Namun sekarang koperasi Indonesia mulai merambah pada penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi.
Perkembangan koperasi Indonesia berbeda jauh dengan perkembangan pada bidang lain. Yaitu sama-sama menuju perubahan yang lebih baik. Mengubah sistem yang tidak baik kemudian disesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi.
Perubahan atau perkembangan koperasi Indonesia tidak terjadi tanpa alasan. Semua itu dilakuakan agar sistem perkoperasian di Indonesia yang merupakan warisan bangsa penjajah menjadi lebih baik di tangan rakyat Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan Koperasi di Indonesia Pada Saat Ini

Koperasi sebagai salah satu unit ekonomi yang didasarkan atas asas kekeluargaan dewasa ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, di Indonesia maupun dunia. Eksistensi koperasi sejak zaman dahulu telah banyak berperan dalam pembangunan Indonesia. Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menyatukan rakyat yang memiliki ekonomi lemah, koperasi telah membantu membangun ekonomi negara–negara di dunia baik negara maju maupun negara berkembang. Bahkan sekarang koperasi di negara–negara maju tidak hanya sebagai unit ekonomi kecil lagi tetapi sudah berkembang menjadi unit ekonomi yang besar, strategis dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan skala besar.
Di Indonesia koperasi menjadi salah satu unit ekonomi yang mempunyai peran besar dalam memakmurkan negara ini sejak zaman penjajahan hingga sekarang. Walaupun di Indonesia perkembangan koperasi maju, namun tidak sepesat perkembangan koperasi di Negara-negara maju. Kondisi koperasi di Indonesia saat ini sangat memperihatinkan. Sebanyak 27 persen dari 177.000 koperasi yang ada di Indonesia atau sekitar 48.000 koperasi kini tidak aktif. Hal ini disebabkan mungkin dari pengelolaan yang kurang profesional. Hal itu membuat kondisi koperasi di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

1 Gambaran koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak masyarakat Indonesia sehingga menjadi salah satu penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar, maju dan memiliki daya saing dengan perusahaan-perusahaan besar yang jumlahnya tidak sedikit di Indonesia ini.

2. Perkembangan koperasi Indonesia yang berkembang bukan dari kesadaran masyarakat namun berasal dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke masyarakat, berbeda dari Negara-negara maju, koperasi berkembang berdasarkan kesadaran masyarakat untuk saling membantu dan mensejahterakan yang merupakan dari tujuan koperasi sendiri. Sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja, berbeda dengan Indonesia, pemerintah bekerja double, yaitu sebagai mendukung dan mensosialisasikan untuk masyarakat ke bawah.

3. Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi tentang koperasi yang belum maksimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus karena tanpa partisipasi anggota tidak ada pengawasan dari anggotanya sendiri terhadap pengurus.

4. Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi pada koperasi-koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

5. Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah melalui dana-dana segar tanpa pengawasan terhadap bantuan tersebut, sifat bantuannya tidak wajib dikembalikan, sehingga koperasi bersifat manja dan tidak mandiri.
Oleh karena itu kita harus berperan aktif dalam pengembangan koperasi di negeri ini. Salah satunya dengan ikut serta dalam koperasi.Rumusan Masalah
Koperasi yang ada di indonesia belum terkelola secara maksimal oleh masyarakat, seharusnya koperasi bisa menjadi basis penggerak roda perekonomian masyarakat indonesia, usaha mikro pada umumnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori
2.1.1 Pengertian Koperasi
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

2.1.2 Ide Untuk Memajukan Koperasi
Ide Untuk memajukan koperasi dari beberapa sumber yang saya dapatkan bisa saya rangkum menjadi sebagai berikut :
1. Merekrut anggota yg berkompeten
2. Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi
3. Merubah kebijakan pelembagaan koperasi
4. Menerapkan sistem GCG
5. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
6. Membenahi kondisi internal koperasi
7. Penggunaan kriteria identitas
8. Menghimpun kekuatan ekonomi dan kekuatan politis

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pembahasan

3.1.1 Ide Untuk Memajukan Koperasi Indonesia
Ide Untuk memajukan koperasi dari beberapa sumber yang saya dapatkan bisa saya rangkum menjadi sebagai berikut :
1. Merekrut anggota yg berkompeten
Saya akan membuat koperasi lebih menarik sehingga tidak kalah dengan badan usaha lainnya. Dimulai dari keanggotaan koperasi itu sendiri, pertama saya akan merekrut anggota yang berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi. Contohnya dengan mencari pemimpin yang dapat memimpin dengan baik, kemudian pengelolaan dipegang oleh orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Serta perlu dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman.
2. Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi
Untuk meningkatkan daya jual koperasi, yang akan saya lakukan adalah membuat koperasi lebih bagus lagi. Membuat koperasi agar terlihat menarik supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi mungkin dengan cara mengecat dinding koperasi dengan warna-warna yang indah, menyediakan AC, ruangan tertata dengan rapi dan menyediakan pelayanan yang baik sehingga masyarakat puas.
Dan tidak hanya itu, koperasi pun memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat diketahui oleh masyarakat umum seperti badan usaha lainnya salah satu caranya dengan menyebarkan brosur dan membuat spanduk agar masyarakat mengetahuinya. Dengan cara ini diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di koperasi.
3. Merubah kebijakan pelembagaan koperasi
Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat kebijakan pelembagaan koperasi dilakukan degan pola penitipan, yaitu dengan menitipkan koperasi pada dua kekuatan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu saya akan merubah kebijakan tersebut agar koperasi dapat tumbuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan independen.

4. Menerapkan sistem GCG
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Analogi sederhana yang dikembangkan adalah jika koperasi lebih berdaya, maka kegiatan produksi dan konsumsi yang jika dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, maka melalui koperasi yang telah mendapatkan mandat dari anggota-anggotanya hal tersebut dapat dilakukan dengan lebih berhasil. Dengan kata lain, kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada aras ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi. Inilah sesungguhnya yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdayaan koperasi.
Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa koperasi baru manis dikonsep tetapi sangat pahit perjuangannya di lapangan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum namun tidak eksis sama sekali. Hal ini sangat disayangkan karena penggerakan potensi perekonomian pada level terbawah berawal dan diayomi melalui koperasi. Oleh karena itu, koperasi tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan berpegang pada tata kelola yang tradisonal dan tidak berorientasi pada pemuasan keperluan dan keinginan konsumen. Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman yang semakin maju dan tantangan yang semakin global.
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya yaitu mensejahterakan anggotanya.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.
5. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.
6. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.
7. Penggunaan kriteria identitas
Penggunaan prinsip identitas untuk mengidentifikasi koperasi adalah suatu hal yang agak baru, dengan demikian banyak koperasiwan yang belum mengenalnya dan masih saja berpaut pada pendekatan-pendekatan esensialis maupun hukum yang lebih dahulu, yang membuatnya sulit atau bahkan tidak mungkin untuk membedakan suatu koperasi dari unit-unit usaha lainnya seperti kemitraan, perusahaan saham atau di Indonesia dikenal dengan Perseroan Terbatas (PT).
Dengan menggunakan kriteria identitas, kita akan mampu memadukan pandangan-pandangan baru dan perkembangan-perkembangan muktahir dalam teori perusahaan ke dalam ilmu koperasi.

8. Menghimpun kekuatan ekonomi dan kekuatan politis
Kebijaksanaan ekonomi makro cenderung tetap memberikan kesempatan lebih luas kepada usaha skala besar. Paradigma yang masih digunakan hingga saat ini menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh usaha skala besar dengan asumsi bahwa usaha tersebut akan menciptakan efek menetes ke bawah. Namun yang dihasilkan bukanlah kesejahteraan rakyat banyak melainkan keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Dalam pembangunan, pertumbuhan memang perlu, tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya melalui pemerataan yang berkeadilan.
Pada saat ini, belum tampak adanya reformasi di bidang ekonomi lebih-lebih disektor moneter, bahkan kecenderungan yang ada adalah membangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasikan asset pada permodalan melalui program rekapitalisasi perbankan.
Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi usaha kecil termasuk koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan polotis untuk memperkuat posisi tawar dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional. Ini bukanlah kondisi yang mustahil diwujudkan, sebab usaha kecil termasuk koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.
Dengan ini diharapkan dapat memajukan koperasi sebagai salah satu sektor perekonomian di Indonesia. Juga diharapkan koperasi dapat bersaing di perekonomian dunia. Saya sangat mengharapkan agar koperasi di Indonesia dapat terus maju dan berkembang karena koperasi adalah salah satu badan usaha yang menyediakan fasilitas untuk masyarakat kecil dan menengah. Semoga dengan ini dapat membangun koperasi yang lebih baik lagi.

3.1.2 Koperasi Menjadi Lebih Baik

Koperasi adalah Suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama,Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967 koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotaan orang-orang,badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.setelah kita mengetahui pengertian tentang koperasi barulah tau tujuan utama koperasi itu apa,koperasi didirikan sebagai untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi keanggotaan akan lebih baik dari sebelum bergabung.
Badan usaha pertama kali yaitu yang di pelopori oleh Bung Hatta,tumbuh atau dari kelas mengah atau disebut juga kalangan rakyat.disebabkan oleh penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial ditumbulkan dari sistem kapitalisme yang semakin tinggi,dengan berputar nya waktu sampailah pada tahun 1908 dimana budi utomo didirikan oleh Dr.Sutomo sebagi peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan perekonomian rakyat.pada tahun 1927 serikat dagang islam,yang bertujuan sebagai memperjuangkan kehidupan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi dan tahun1929 berdiri lah Partai nasional Indonesia dalam memperjuangkan penyebarluasaan semangat koperasi.padatahun 1933 barulah keluar UU yang serupa dengan UU no. 431 sehingga dapat mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.tahun 1942 saat jepang menduduki indonesia,lalu jepang juga mendirikan koperasi yang dinamakan kumiyai awal nya koperasi ini berjalan sangat baik dan fungsinya berubah derastis menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan,dan menyengsarakan rakyat indonesia setelah indonesia merdeka,pada tanggal 12 juli 1947,pergerakan koperasi indonesia mengadakan kongers koperasiyang pertama di Tasikmalaya lalu kemudian disebut sebagai hari Koperasi Indonesia.
Sedikit Sejarah mengenai koperasi indonesia.seperti yang sudah dikatakan di atas tadi tujuan koperasi adalah menjadikan kondisi sosial dan ekonomui anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum nya bergabung dengankoperasi.dapat disimpulkan bahwa koperasi bukan hanya memperdulikan pendiri atau pemilik tapi lebih kepada mensejahterakaan masyarakat yang sangat luar termasuk dalam amggotanya.
Permasalahan koperasi berikut nya adalah kepengurusannya kurang profesional.setelah semua berhasil mengembalikan kepercayaan para anggota,lalu kita harus menyusun strategi kedua yaitu memperbaiki kepungurusan koperasi.hampir semua daerah indonesia yang pngurus koperasi lanjut usia semua,jelas faktor seperti ini sangat berpengaruh kepada terhadap prospek kerja yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan dan intergritas koperasi itusendiri.yang dilakukan selanjutnya adalah dengan merekrut para pemuda-pemuda yang memiliki integritas dan pemikiran nya yang luas sehingga dapat meningkatkan kinerja dan integritas koperasi.berikutnya adalah dengan mengubah cara pandang mereka unuk mendirikan dan memajukan koperasi dengan berasaskan kebersamaan dan gotong-royong.
Masalah lain nya adalah dalam kepengurusan koperasi adalah kepengurusan yang mempunyai rangkap jabatan,menjadi pengurus koperasi mereka juga tokoh masyarakat itu sendiri.Harus sangat-sangat diperhatikan sekali jika seorang pengurus koperasi memiliki rangkap jabatan,maka pemikiran mereka terpecah belah menjadi dua.Hal itu juga dapat menyebabkan perhatian mereka terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga dapat terbengkalai dan tidak terurus.Tindakan yang dapat dilakukan adalah memberikan kelonggaran kepada mereka untuk memilih pekerjaan mana yang harus mereka akan pilih pekerjaan mana yang akan tetap meraka jalani agar pekerjaan yang nantinya akan dijalani dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan perhatian penuh dari masyarakat sekitar.
Yang menjadi saiangan pihak luar kini semakin banyak saja,dampaknya adalah membuat mitra koperasi indonesia redup dan kurang diminati oleh masyrakat itu sendiri.Disinilah hal yangf perlu diperhatikan supaya mitra koperasi indonesia lebih terkenal dan diminati lagi oleh masyarakat indonesia,faktor yang membantu memulihkan mitra koperasi indonesia adalah promosi dan sosialisasi.Lalu dapat melakukan promosi melalui media masa atau media cetak seperti pamflet maupun media online,jika itu semua masih kurang kita dapat terjun langsung ke lapangan agar hasil yang dapat maksimal.Produk yang dapat dihasilkan oleh koperasi juga perlu disosialisasikan,agar nanti nya tidak kalah dengan product luar negeri.Produk dalam negeri yang kini mulai redup oleh produk-produk impor harus sangat diperhatikan,untuk produk-produk koperasi yang harus dilakukan dengan cara menekan biaya produksi supaya nanti nya akan mendapatkan biaya yang lebih murah.Lebih harus memperhatikan lagi kualitas supaya tidak kalah dengan produk lain terutama produk impor yang kini semakin disebar luas kan.Konsumen indonesia lebih berpengalaman dalam memilih barang yang sangat murah tapi berkualitas,oleh karena itu kita harus bener-bener bertindak dan berpikir keras untuk menghasilkan produk yang nantinya sangat disukai oleh masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan laba atau keunrungan koperasi yang dapat di pergunakan memperluas wilayah kekuasaan koperasi nantinya bisa lebih maju dari sebelumnya dan berkembang sesuai harapan masyarakat.
Hal yang cukup penting dalam membuat koperasi lebih maju adalah sebagai berikut dengan mengubah konsep koperasi yang terdahulu dengan konsep koperasi yang baru.Fungsi koperasi tidak berjalan dengan baik disebebakan karena sampai saat ini konsep nya masih memakai konsep terdahulu,dengan perkembangan zaman yang sangat pesat pola pemikiran masyarakat juga lebih modern dan lebih maju dari zaman sebelumnya.Sehingga kita juga harus merubah koperasi yang terdahulu dengan konsep koperasi yang lebih modern,konsep yang kita gunakan adalah dengan merubah koperasi menjadi usaha rumahan atau waralaba.Seperti yang kita lihat saat ini dimana-mana sangat mudah ditemukan dikampung-kampung seperti Alfamart,Indomart,dll.Hal seperti ini lah yang dapat kita jadikan patokan agar produk koperasi indonesia lebih bisa dikenal olh masyarakat luas,jika kita belum mengenal koperasi dan produknya bagaimana bisa kita bergabung menjadi anggota dan membeli produk-produk yang akan dijual oleh koperasi.Tetapi jika kita telah mengenal koperasi lebih jauh lagi,pastilah sangat mudah untuk kita semua mengetahui apa yang menjadi tujuan dari koperasi yang sudah saya katakan diatas.
Jika kita tidak bertindak cepat dan tegas,bisa-bisa nantinya koperasi hanya tinggal nama saja.Bila ditelusuri masalah utama dalam koperasi saat ini memang permasalahaan terletak konsep yang sudah saya katakan diatas.konsep yang kaya gini tidak bisa dipakai dijalankan lagi untuk sistem perekonomian saat ini karena semakin berkembang pesat nya teknologi du nia.Perlu adanya perbaruan ulang dari pemerintah supaya konsep yang dimiliki koperasi saat ini fresh dan tidak ketinggalan zaman,dengan konsep yang fresh tentunya akan membuat kinerja koperasi yang baru akan baik dan berkembang.
Yang kita butuhkan adalah peran pemerintah,kita pun harus mengembalikan koperasi seperti dulu lagi dan sesuai yang kita harapkan kedepannya.bagaimana pun cara nya,diharapkan para generasi muda memberi input dan ide-ide yang cemerlang dalam membantu menghidupkan lagi koperasi indonesia.
Saya sendiri sangat berharap koperasi indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya dan pada saat ini,lebih baik lagi dalam kata kinerja dan intergritas koperasi.Lebih baik lagi dalam arti kata bisa menghidupkan,memajukan,dan menjalankan tujuan-tujuan yang telah dibuat dari awal dapat bersaing dengan perusahaan swasta atau asing yang kita telah meredupkan nama koperasi serta dapat terus berkembang tidak seperti sekarang ini nama koperasi di media tidak terdengar apakah berjalan maju atau mundur tetapi sepertinya koperasi indonesia hanya berdiam ditempat saja tidak mau bergerak.
Harapan kedepan nya adalah produk-produk yang ada dikoperasi juga dapat diminati oleh semua masyarakat indonesia serta meningkat kan kuliatas produk koperasi dan membantu meningkat kan keuntungan untuk koperasi.selain untuk meningkat kan keuntungan koperasi lalu produk-produk yang diminati oleh masyarakat dapat mendongkrak pendapatan dalam negeri serta dapat mengurangi rasa ketertarikaan dalam produk impor yang tentunya dapat mematikan produk-produk dalam negeri yang berakibat dapat mematikan mata pencarian produsen-produsen dalamnegeri.hal yang terpenting adalah mengembalikan citra dan image koperasi seperti dahulu sehingga harapan nnti nya tercapai agar dapat dipercayai lagi oleh masyarakat dalam hal ekonomi karena bangsa indonesia ciri khas nya adalah koperasi.

3.1.3. Membandingkan Koperasi Di Indonesia Dan Beberapa Negara.

A. Kondisi Koperasi di Negara dengan Sistem Kapitalis dan Semi Kapitalis
Kegiatan berkoperasi dan organisasi koperasi pada mulanya diperkenalkan di Inggris di sekitar abad pertengahan. Pada waktu itu misi utama berkoperasi adalah untuk menolong kaum buruh dan petani yang menghadapi problem-problem ekonomi dengan menggalang kekuatan mereka sendiri. Kemudian di Perancis yang didorong oleh gerakan kaum buruh yang tertindas oleh kekuatan kapitalis sepanjang abad ke 19 dengan tujuan utamanya membangun suatu ekonomi alternatif dari asosiasi-asosiasi koperasi menggantikan perusahaan-perusahaan milik kapitalis. Ide koperasi ini kemudian menjalar ke AS dan negara-negara lainnya di dunia. Di Indonesia, baru koperasi diperkenalkan pada awal abad 20.
Sejak munculnya ide tersebut hingga saat ini, banyak koperasi di negara-negara maju seperti di Uni Eropa (UE) dan AS sudah menjadi perusahaan-perusahaan besar termasuk di sektor pertanian, industri manufaktur, dan perbankan yang mampu bersaing dengan korporat-korporat kapitalis.Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju dan negara sedang berkembang memang sangat diametral. Di negara maju koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya. Sedangkan, di negara sedang berkembang koperasi dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara sedang berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan. Menurut data dari ICA, di dunia saat ini sekitar 800 juta orang adalah anggota koperasi dan diestimasi bahwa koperasi-koperasi secara total mengerjakan lebih dari 100 juta orang, 20% lebih dari jumlah yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Pada tahun 1994, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa kehidupan dari hampir 3 miliar orang, atau setengah dari jumlah populasi di dunia terjamin oleh perusahaan-perusahaan koperasi.
Tidak hanya di negara sedang berkembang yang pendapatan per kapitanya rendah, tetapi juga di negara maju yang pada uumnya adalah ekonomi kapitalis seperti di Amerika Utara dan Jepang atau yang semi kapitalis seperti di negara-negara Eropa Barat, khususnya Skandinavia peran koperasi sangat penting. di tujuh negara Eropa menunjukkan bahwa pangsa dari koperasi-koperasi dalam menciptaan kesempatan kerja mencapai sekitar 1 persen di Perancis dan Portugal hingga 3,5 persen di Swiss. Perkembangan koperasi yang sangat pesat di negara maju tersebut membuktikan bahwa tidak ada suatu korelasi negatif antara masyarakat dan ekonomi modern dan perkembangan koperasi. Dalam kata lain, koperasi tidak akan mati di tengah-tengah masyarakat dan perekonomian yang modern, atau pengalaman tersebut memberi kesan bahwa koperasi tidak bertentangan dengan ekonomi kapitalis. Sebaliknya, koperasi-koperasi di negara maju selama ini tidak hanya mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar non-koperasi, tetapi mereka juga menyumbang terhadap kemajuan ekonomi dari negara-negara kapitalis tersebut. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa koperasi lahir pertama kali di Eropa yang juga merupakan tempat lahirnya sistem ekonomi kapitalis.
Koperasi harus memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi-organisasi bisnis lainnya untuk bisa menang dalam persaingan di dalam era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini. Keunggulan kompetitif disini didefinisikan sebagai suatu kekuatan organisasional yang secara jelas menempatkan suatu perusahaan di posisi terdepan dibandingkan pesaing-pesaingnya. Faktor-faktor keunggulan kompetitif dari koperasi harus datang dari: (1) sumber-sumber tangible seperti kualitas atau keunikan dari produk yang dipasarkan (misalnya formula Coca-Cola Coke) dan kekuatan modal; (ii) sumber-sumber bukan tangible seperti brand name, reputasi, dan pola manajemen yang diterapkan (misalnya tim manajemen dari IBM); dan (iii) kapabilitas atau kompetensi-kompetensi inti yakni kemampuan yang kompleks untuk melakukan suatu rangkaian pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan kompetitif (misalnya proses inovasi dari 3M). Menurutnya, salah satu yang harus dilakukan koperasi untuk bisa memang dalam persaingan adalah menciptakan efisiensi biaya. Tetapi ini juga bisa ditiru/dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain (non-koperasi). Jadi, ini bukan suatu keunggulan kompetitif yang sebenarnya dari koperasi. Menurutnya satu-satunya keunggulan kompetitif sebenarnya dari koperasi adalah hubungannya dengan anggota.
Selain itu, agar suatu koperasi dapat beroperasi dengan sukses juga harus menerapkan beberapa hal di bawah ini : (1) memakai komite-komite, penasehat-penasehat dan ahli-ahli dari luas secara efektif; (2) selalu memberikan informasi yang lengkap dan up to date kepada anggota-anggotanya sehingga mereka tetap terlibat dan suportif; (3) melakukan rapat-rapat atau pertemuan-pertemuan bisnis dengan memakai agenda yang teratur, prosedur-prosedur parlemen, dan pengambil keputusan yang demokrasi; (4) mempertahankan relasi-relasi yang baik antara manajemen dan dewan direktur/pengurus dengan tugas-tugas dan tanggung jawab- tanggung jawab yang didefinisikan secara jelas; (5) mengikuti praktek-praktek akutansi yang baik, dan mempersentasikan laporan-laporan keuangan secara regular; (6) mengembangkan aliansi-aliansi dengan koperasi-koperasi lainnya; dan (7) mengembangkan kebijakan-kebijakan yang jelas terhadap konfidensial dan konflik kepentingan.
B. Kondisi Koperasi di Jepang (dengan sistem Komunis)
Koperasi pertama di Negeri Sakura dilahirkan pada 1897, tetapi baru pada 1920-an gerakan koperasi-koperasi mulai mengorganisir dengan skala yang lebih besar. Bersamaan dengan pelaksanaan Undang-Undang Industri dan Kerajinan. Dalam perkembangannya, koperasi di Jepang berkembang tidak hanya di bidang industri dan kerajinan, tetapi di sektor pertanian juga mengalami perkembangan yang pesat di awal-awal pertumbuhannya. Ada dua macam koperasi pertanian di Jepang. Pertama adalah yang bersifat khusus, hanya mengembangkan satu macam komoditas. Dan kedua adalah bersifat umum, yaitu yang bersifat serba usaha.
Setelah terbit Undang-Undang Koperasi Pertanian pada tahun 1974, koperasi pertanian, koperasi konsumsi dan bank koperasi semakin tumbuh dengan pesat dan menjadi andalan koperasi di Jepang. Di Jepang, koperasi konsumen mampu tumbuh 20 persen per tahun. Sejak awal, mereka menyediakan barang-barang yang sehat dan memuaskan konsumen. Motto bisnisnya: Untuk Perdamaian dan Suatu Kehidupan yang Lebih Baik. Lalu pada 1921 Koperasi Nada dan Koperasi Kobe didirikan di bawah kepemimpinan Toyohiko Kagawa, Bapak Gerakan Koperasi Konsumen. Kedua badan usaha ini bergabung atau amalgamasi menjadi Koperasi Nada Kobe koperasi di tahun 1962. Kemudian berubah nama lagi menjadi Koperasi Kobe pada 1991. Seiring perkembangannya, kedua koperasi menjadi kekuatan yang mengemudikan koperasi di Jepang.
Menurut Kagawa, tujuan pergerakan koperasi di Jepang terutama demi memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat miskin. Caranya, ia menganjurkan tujuh berkoperasi. Pertama, pembagian keuntungan yang saling menguntungkan. Kedua, perekonomian yang manusiawi. Ketiga, pembagian modal. Keempat, pembatasan eksploitasi. Kelima, desentralisasi kekuasaan. Keenam, kenetralan politik. Ketujuh, menekankan segi pendidikan.
Penyebaran koperasi yang ideal, menurut Kagawa adalah menolong orang merancang kebangkitan dirinya. Sayangnya, pemerintahan militer semasa Perang Dunia II di Negeri Para Samurai ini menentang koperasi. Akibatnya, koperasi bubar dan menghilang pada jaman itu.
Setelah Perang Dunia II, sejumlah pergerakan koperasi yang dirusak selama peperangan, memperbaiki diri. Banyak koperasi membuka kegiatan distribusi makanan ransum atau jatah. Sebab, kala itu memang terjadi kelangkaan serius hampir semua barang.
Kemudian pada 1948, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Koperasi Konsumen. Perkembangan berikutnya, pada 1951 didirikan Gabungan Koperasi Konsumen Jepang (Japanese Consumers’ Co-operative Union, JCCU), yang merupakan peletak dasar dan pendorong kemajuan koperasi. Presiden JCCU Isao Takamura menjelaskan, seiring kebangkitan ekonomi Jepang era 1950-an, sejumlah kebijakan mereorganisasi koperasi pun sering didiskusikan. Tema yang mendominasi diskusi, antara lain meliputi aspriasi atau kepentingan ekonomi para anggota. Juga sekitar manajemen bisnis koperasi.
Muncul gagasan agar koperasi mendasarkan pada kelompok kecil yang beranggota 5 sampai 10 orang. Cara ini memungkinkan para anggota bertukar pikiran intensif. Baik melalui aktifitas jual beli bersama, saling menolong dan mempromosikan koperasi mereka.
Di saat yang sama, pada kurun 1960 dan 1970-an, Jepang menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bahkan, cenderung tak terkendali. Buktinya, banyak problem yang menyerang konsumen. Misalnya, bahan pengawet dipakai membuat makanan yang diproduksi secara massal dan membahayakan kesehatan orang. Dengan cerdas, koperasi memanfaatkan situasi ini. Koperasi berupaya menyuplai produk alternatif dengan jaminan keselamatan dan makanan yang dapat diandalkan.
Kemudian datang krisis minyak di tahun 1973. Dampaknya, kelangkaan komoditi dan harga barang tiba-tiba meroket. Lagi-lagi di tengah kondisi sulit ini, koperasi memasok barang dengan harga logis kepada anggota. Manfatnya, para anggota semakin mempercayai koperasi. Pada gilirannya jumlah keanggotaan dan pertumbuhan koperasi menjamur luar biasa. Sayangnya, kemudian muncul tindakan anti koperasi dari segolongan kecil pedagang ritel (minor retailer). Kondisinya, di tahun 1980-an Jepang tengah berada pada pertumbuhan yang menguntungkan. Sebetulnya, para pedagang ritel itu sulit bersaing melawan peritel besar.
Koperasi pun terkena getah. Para pedagang ritel sampai mengusulkan kepada pemerintah untuk mencegah pembukaan toko-toko koperasi. Mereka juga menuntut pemerintah menjalankan Undang-Undang Koperasi Konsumen yang melarang penggunaan koperasi oleh bukan anggota. Pemerintah menanggapi dengan mengorganisasi satu panitia khusus dan mendiskusikan aktifitas yang tepat untuk koperasi. Keputusannya, koperasi sudah beroperasi sesuai kepentingan konsumen maupun Undang-undang Koperasi Konsumen. Jadi penyebab kesulitan keuangan para pengecer kecil, bukan karena koperasi.
Koperasi mengatasi kesulitan satu demi satu, dan sekarang mempunyai anggota sejulah 14 juta orang. Jumlah koperasi retail local, kurang lebih 9 juta. Artinya, mewakili 20 % dari seluruh tempat tinggal di Jepang. Sementara penjualan tahunan koperasi senilai 52,7 miliar Dolar AS. Mudah dipahami, perkembangan koperasi di Negeri Matahari Terbit ini makin mengesankan. Lahir sejumlah koperasi, dari Koperasi Kesehatan, Koperasi Asuransi hingga Koperasi Universitas. Para pendiri semua koperasi ini meyakini, mereka mewakili kepentingan ekonomi masyarakat, bertanggung jawab kepada masyarakat dan berupaya melakukan usaha secafra benar. Selain itu, misalnya di koperasi konsumen, kelembagaan koperasi membantu keberadaan dan kesejahteraan bersama pengecer kecil. Tujuannya, merevitalisasi ekonomi lokal dan memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Dari sisi keanggotaan, apa motif utama orang Jepang berkoperasi? Biasanya mereka memang membutuhkan barang-barang yang dibeli. Selain itu, mereka menginginkan aspek keselamatan dan sangat mengutamakan kualitas barang-barang. Sisi menarik lain, 90 persen anggota koperasi adalah wanita. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Mereka membeli produk koperasi, karena ingin memiliki makanan yang sehat untuk anak mereka. Itu sebabnya, koperasi di Jepang selalu berusaha menyediakan makanan yang sehat atau tanpa bahan pengawet. Bahkan selalu meneliti dan mencari Informasi mengenai barang, sebelum mereka menjualnya. Apalagi produk pertanian yang harus dijaga kesegarannya. Mereka mengirim langsung ke anggota, tanpa melalui pasar. Praktik ini sangat dikenal di Jepang. Produsen dan konsumen bertransaksi secara langsung mengenai makanan yang segar dan sehat. Produksi pertanian yang segar didukung secara kuat oleh anggota koperasi. Ini bisa terjadi, karena produsen dan konsumen bisa berkomunikaksi langsung dan mengetahui persis bagaimana proses produksi makanan.
C. Kondisi Koperasi di Indonesia (dengan sistem Pancasila)
Dalam sistem perekonomian Indonesia dikenal ada tiga pilar utama yang menyangga perekonomian. Ketiga pilar itu adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Ketiga pilar ekonomi tersebut mempunyai peranan yang masing-masing sangat spesifik sesuai dengan kapasitasnya. Dari ketiga pilar itu, koperasi, walau sering disebut sebagai soko guru perekonomian, secara umum merupakan pilar ekonomi yang “jalannya paling terseok” dibandingkan dengan BUMN dan apalagi BUMS.
Padahal koperasi selama ini sudah didukung oleh pemerintah sesuai kedudukannya yang istimewa yaitu sebagai soko guru perekonomian. Ide dasar pembentukan koperasi sering dikaitkan dengan pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. Tafsiran itu sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Kata azas kekeluargaan ini, walau bisa diperdebatkan, sering dikaitkan dengan koperasi sebab azas pelaksanaan usaha koperasi adalah juga kekeluargaan.
Berdasarkan data resmi dari Departemen Koperasi dan UKM, sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Jumlah koperasi aktif, juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumlah koperasi aktif per-November 2001, sebanyak 96.180 unit (88,14%). Hingga tahun 2004 tercatat 130.730, tetapi yang aktif mencapai 71,50%, sedangkan yang menjalan rapat tahunan anggota (RAT) hanya 35,42% koperasi saja. Tahun 2006 tercatat ada 138.411 unit dengan anggota 27.042.342 orang akan tetapi yang aktif 94.708 unit dan yang tidak aktif sebesar 43.703 unit.
Bagaimana prospek koperasi Indonesia ke depan? Untuk menjawabnya, dua hal yang harus dilihat terlebih dahulu, yakni sejarah keberadaan koperasi dan fungsi yang dijalankan oleh koperasi yang ada di Indonesia selama ini. Dalam hal pertama itu, pertanyaannya adalah apakah lahirnya koperasi di Indonesia didorong oleh motivasi seperti yang terjadi di negara maju (khususnya di Eropa), yakni sebagai salah satu cara untuk menghadapi mekanisme pasar yang tidak bekerja sempurna. Dalam hal kedua tersebut, pertanyaannya adalah apakah koperasi berfungsi seperti halnya di negara maju atau lebih sebagai “instrumen” pemerintah untuk tujuan-tujuan lain.
Gagasan tentang koperasi telah dikenal di Indonesia sejak akhir abad 19, dengan dibentuknya organisasi swadaya untuk menanggulangi kemiskinan di kalangan pegawai dan petani yang kemudian dibantu pengembangannya hingga akhirnya menjadi program resmi pemerintah. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengembangan koperasi selanjutnya yang meluas keseluruh pelosok tanah air lebih karena dorongan atau kebijakan pengembangan koperasi dari pemerintah, bukan sepenuhnya inisiatif swasta seperti di negara maju; walaupun di banyak daerah di Indonesia koperasi lahir oleh inisiatif sekelompok masyarakat.
Gerakan koperasi sendiri mendeklarasikan sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di Tasikmalaya. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Secara khusus pemerintah memerankan fungsi sebagai pengatur dan pengembang sekaligus.
Bung Hatta sendiri mulai tertarik kepada sistem koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denegara majuark, pada akhir tahun 1930-an. Walaupun ia sering mengaitkan koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara “koperasi sosial” yang berdasarkan asas gotong royong, dengan “koperasi ekonomi” yang berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif. Bagi Bung Hatta, koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-helplapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi.
Namun, sejak diperkenalkan koperasi di Indonesia pada awal abad 20, dan dalam perkembangannya hingga saat ini koperasi di Indonesia mempunyai makna ganda yang sebenarnya bersifat ambivalent, yakni koperasi sebagai badan usaha dan sekaligus juga sebagai jiwa dan semangat berusaha. Untuk pengertian yang pertama, koperasi sering dilihat sebagai salah satu bentuk usaha yang bisa bergerak seperti bentuk usaha lainnya yang dikenal di Indonesia seperti PT, CV, Firma, NV. Menurutnya, dalam kerangka seperti inilah, koperasi sepertinya diperkenankan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Karena pengertian inilah, pusat-pusat koperasi dan induk koperasi dibentuk dengan tujuan agar dapat memperkuat eksistensi koperasi primer.
Contohnya adalah dibentuknya PUSKUD (Pusat Koperasi Unit Desa) dan INKUD (Induk Koperasi Unit Desa). Sedangkan dalam konteks makna kedua tersebut, usaha yang dilakukan koperasi disusun berdasarkan atas azas kebersamaan. Karena kebersamaannya ini, bentuk kepemilikan properti pada koperasi yang “konservatif” sering tidak diwujudkan dalam bentuk kepemilikan saham melainkan dalam wujud simpanan baik wajib maupun pokok dan sukarela, iuran, sumbangan dan bentuk lainnya. Konsekuensi dari bentuk kepemilikan seperti itu adalah sebutan kepemilikannya bukan sebagai pemegang saham melainkan sebagai anggota. Oleh karenanya, koperasi sering dijadikan alat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan para anggotanya atau untuk kesejahteraan anggota.
Secara bisnis, sebenarnya makna ganda koperasi ini cukup merepotkan. Karena koperasi diakui sebagai badan usaha, maka kiprah usaha koperasi mestinya harus seperti badan usaha lainnya. Dalam artian ini, sebagai sebuah badan usaha, koperasi mestinya mengejar profit sebesar-besarnya dengan langkah-langkah dan perhitungan bisnis seperti yang biasa dilakukan oleh perusahaan lainnya. Namun langkah bisnis ini sering “bertabrakan” dengan keinginan anggotanya yakni menyejahterakan anggota. Sehingga dalam konteks ini, penghitungan kelayakan usaha koperasi, jika hanya mengandalkan aspek liquiditas, solvabilitas dan rentabilitas usaha, menjadi tidak tepat.
Mungkin perbedaan yang paling besar antara koperasi di negara-negara lain, khususnya negara maju, dengan di Indonesia adalah bahwa keberadaan dan peran dari koperasi di Indonesia tidak lepas dari ideologi Pancasila dan UUD 45, yakni merupakan lembaga kehidupan rakyat Indonesia untuk menjamin hak hidupnya memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sehingga mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana dimaksud oleh Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang sepenuhnya merupakan hak setiap warga negara (Hariyono, 2003). Konsukwensinya, koperasi di Indonesia memiliki tanggung jawab sosial jauh lebih besar daripada tanggung jawab “bisnis” yang menekankan pada efisiensi, produktivitas, keuntungan dan daya saing, dan sangat dipengaruhi oleh politik negara atau intervensi pemerintah dibandingkan koperasi di negara maju.
Sementara itu, ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu: (i) program pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD; (ii) lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya; dan (iii) perusahaan baik milik negara (BUMN) maupun swasta (BUMS) dalam koperasi karyawan. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya.
Menurutnya, intervensi dari pemerintah yang terlalu besar sebagai salah satu penyebab utama lambatnya perkembangan koperasi di Indonesia. Selama ini koperasi dikembangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor primer dan distribusi yang memberikan lapangan kerja terbesar bagi penduduk Indonesia. Sebagai contoh sebagian besar KUD sebagai koperasi program di sektor pertanian didukung dengan program pembangunan untuk membangun KUD. Disisi lain pemerintah memanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan pertanian untuk swasembada beras seperti yang dilakukan selama pembangunan jangka panjang pertama pada era Orde Baru menjadi ciri yang menonjol dalam politik pembangunan koperasi.
Sedangkan dilihat dari strukturnya, organisasi koperasi di Indonesia mirip organisasi pemerintah/ lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini telah menunjukkan kurang efektifnya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini sekarang ini harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang sejalan dengan proses globalisasi dan liberalisasi perdagangan dan ekonomi. Untuk mengubah arah ini hanya mampu dilakukan bila penataan mulai diletakkan pada daerah otonom.

3.1.4. Faktor yang dapat Mempengaruhi Kemajuan Koperasi di Indonesia
Pengembangan koperasi di Indonesia selama ini barulah sebatas konsep yang indah, namun sangat sulit untuk diimplementasikan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum, namun kehadirannya tidak membawa manfaat sama sekali. Koperasi tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan berpegang pada tata kelola yang tradisonal dan tidak berorientasi pada pemuasan keperluan dan keinginan konsumen. Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman yang semakin maju dan tantangan yang semakin global.
Dari kemungkinan banyak faktor penyebab kurang baiknya perkembangan koperasi di Indonesia selama ini, salah satunya yang paling serius adalah masalah manajemen dan organisasi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa koperasi di Indonesia perlu mencontoh implementasi good corporate governance (GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Prinsip GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep GCG atau tata kelola koperasi yang baik.
Lebih rincinya konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya, yaitu menyejahterakan anggotanya. Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG.
Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk menyejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi, misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel. Ketidakamanahan dari pengurus dan anggota akan membawa koperasi pada jurang kehancuran. Inilah yang harus diperkecil dengan implementasi GCG.
Kedua, perbaikan secara menyeluruh. Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif dan terencana. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Ketiga, pembenahan kondisi internal koperasi. Praktik-praktik operasional yang tidak efisien dan mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi.

3.1.5. Solusi Agar Koperasi Maju

Kita harus mengakui, pemerintah telah berbuat banyak untuk memajukan koperasi. Di zaman Presiden Soeharto, misalnya, ada desakan agar para konglomerat menjual sebagian sahamnya kepada koperasi. Pemerintah pun membentuk sebuah departemen untuk koperasi. Tapi, harus diakui, selama ini orientasi dan strategi pembangunan ekonomi pemerintah lebih mementingkan segi pertumbuhan ekonomi, bukan pemerataan.
Di negara mana pun, termasuk Indonesia, yang menggunakan sistem pasar bebas, tujuan pertumbuhan ekonomi jauh lebih mudah dicapai dibandingkan dua hal tadi. Ini disebabkan dunia usaha, yang berorientasi pada profit dan yang selalu berpedoman pada peningkatan efisiensi terus-menerus, lebih mudah berkembang dalam iklim persaingan pasar bebas. Adalah tugas pemerintah, di negara mana pun juga, untuk memanfaatkan dan mengatur buah pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya.
Kalau dewasa ini kita prihatin bahwa rakyat Indonesia masih jauh dari makmur, itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhasil memanfaatkan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya. Artinya, hasil pertumbuhan ekonomi yang telah meningkatkan kekayaan golongan ekonomi ”kuat”, lebih banyak digunakan untuk penumpukan modal. Sedang yang dipergunakan untuk program-program pemerataan masih kurang.
Perkembangan koperasi sebenarnya memerlukan kondisi sistem ekonomi yang memihak pada ”si miskin”, sehingga ada ruang gerak bagi pengembangan kegiatan koperasi. Tetapi strategi pembangunan kita lebih berorientasi pada pertumbuhan yang tinggi, secara tidak langsung ia memihak pada yang kuat karena peranannya sangat besar bagi per-tumbuhan. Sebagai contoh, lihat saja UU Sumber Daya Air dan UU Pertambangan di Kawasan Hutan. Dua UU ini lebih mengutamakan prinsip kapitalisme ketimbang kemakmuran rakyat. Inilah yang mungkin membuat koperasi tidak berkembang.
Indonesia memang bukan menganut kapitalisme, istilah yang dipakai untuk menamai sistem ekonomi Barat sejak runtuhnya feodalisme pada abad ke-16. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita sulit lepas darinya. Saham, bursa efek, suku bunga, hak paten, dan lainnya merupakan produk kapitalis. Bahkan Bukopin, yang sahamnya dimiliki induk koperasi, justru memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana murah. Padahal semua orang tahu, pasar modal adalah salah satu simbol dari sistem kapitalisme.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan dalam membangkitkan kembali koperasi dapat disebutkan sebagai berikut:
a.Meningkatkan kemampuan Internal. Strategi ini menjadi strategi utama agar lebih mampu memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi dan sosial anggota dana mampu sebagai kekeuaan penyeimbang dalam ekonomi pasar. Faktor internal koperasi adalah SDM.
b.Kelembagaan koperasi. Struktur kelembagaan koperasi yang menunjukkan kesatuan kegiatan koperasi dan anggotanya. Sebagai organisasi bisnis merupakan usaha bersama, fungsi kegiatan ekonomi individual diintegrasikan dan diserahkan penyelenggaraan kepada organisasi koperasi agar terjadi sinergi yang lebih baik dari kegiatan ekonomi secara individual
c.Partisipasi anggota sebagai pemilik maupun pelanggan menjadi kekuatan koperasi. Karena itu, pembinaan koperasi tidak hanya diarahkan kepada organisasi dan perusahaan koperasinya saja, tetapi pembinaan harus dilakukan terhadap anggota dan atau calon anggota karena merupakan langkah awal untuk meningkatkan anggota yang berkualitas yang mampu mengendalikan manajemen koperasi agar selalu berpijak kepada kepentingan anggota.

Dalam kerangka otonomi daerah perlu penataan lembaga keuangan koperasi (koperasisimpan pinjam) untuk memperkokoh pembiayaan kegiatan ekonomi di lapisan terbawah dan menahan arus ke luar potensi sumber daya lokal yang masih diperlukan. Pembenahan ini akan merupakan elemen penting dalam membangun sistem pembiayaan mikro di tanah air.

a. Menerapkan sistem GCG (Good Corporate Governance)
Good Corporate governance adalah sistem atau cara bagaimana sebuah organisasi dikelola dan diarahkan. Penerapan good corporate governance pada sebuah perusahaan akan berpengaruh terhadap kebijakan strategis maupun cara perusahaan menjalankan praktik-praktik bisnisnya. Perubahan tersebut secara langsung akan berdampak pada pencapaian kinerja secara keseluruhan. Sehingga saat ini good corporate governance diyakini sebagai kontributor utama bagi peningkatan kinerja perusahaan.
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance (GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative atau tatakelola koperasi yang baik.
Jika dilihat dari prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang telah ditetapkan, koperasi yang merupakan sokoguru perekonomian di negara Indonesia sebaiknya menggunakan prinsip-prinsip tersebut karena bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholder).
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang dimaksud dalam Keputusan ini meliputi:
• Transparasi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan;
• Kemandirian, yaitu suatu keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
• Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung jawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;
• Pertanggung jawaban yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
• Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.

b. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.
c. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.

d. Memberikan Pelatihan Karyawan
Dengan adanya pelatihan kemampuan terhadap karyawan koperasi tiap 3 bulan sekali, diharapkan sistem keuangan dan birokrasi internal di dalam koperasi dapat teratasi.
Dengan terlaksananya hal-hal tersebut dengan baik, koperasi bisa bangkit dan “eksis” seperti yang diharapkan. Kalau koperasi sudah berjalan dengan baik, masyarakat kecil disekitar koperasi pun mendapatkan keuntungan, salah satunya mereka bisa meminjam uang untuk membangun usaha kecil dari koperasi. Keuntungan dari usaha itu dibagi berdasarkan ketentuan yang ditetapkan bersama. Jadi pengangguran di Indonesia bisa dikurangi, dan koperasi di Indonesia juga bisa berjalan dengan baik lagi.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.

DAFTAR PUSTAKA

http://dwisetiati.wordpress.com/

http://www.google.com
http://www.wikipedia.com
http://www.bing.com

http://kammilashaffirah.blogspot.com

shinry.blogspot.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment